Diterpa Isu Miring, Puskesmas Aere Tetap Fokus Maksimalkan Yankes Melalui Upaya Promotif dan Preventif

Berita, Daerah, Nasional528 Dilihat

Tajukperistiwa.com, Kolaka Timur – Terus maksimalkan pelayanan kesehatan (Yankes), unit pelaksana tekhnis dinas (UPTD) pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Aera Kabupaten kolaka timur memfocuskan pada upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang promotif dan preventif

Diketahui, puskesmas Aere merupakan puskesmas yang terletak di bagian selatan kabupaten kolaka timur dengan jarak tempuh dari kecamatan aere ke ibu kota kurang lebih 49 km dan memiliki jumlah wilayah intervensi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjumlah 11 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 8.458 jiwa berdasarkan data BPS dalam angka tahun 2022 dimana untuk laki-laki berjumlah 4.385 jiwa dan perempuan 4.073 jiwa

Mukrimin Adam, S.Kep selaku kepala UPTD Puskesmas Aere memaparkan jumlah tenaga medis dan staf di puskesmas yang ia pimpin sebanyak 62 orang diantaranya adalah dokter umum 1 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga terapis gigi 1 orang, bidan 28 orang, perawat 22 orang, tenaga kefarmasian 2 orang, tenaga kesmas 4 orang, tenaga kesehatan lingkungan 1 orang dan tenaga penunjang sebanyak 2 orang sedangkan untuk tenaga ahli tekhnologi analis laboratorium medik, tenaga apoteker serta tenaga gizi belum ada

“untuk pemenuhan standar ketenagaan berdasarkan PMK no 43 tahun 2019 dimana disitu disebutkan bahwa jenis ketenagaan yang memenuhi standar ketenagaan yakni sebanyak 13 ketenagaan, sedangkan di puskesmas aere sendiri baru memenuhi 6 jenis ketenagaan atau kurang lebih 46,2 persen, dimana standar minimal ketenagaannya harus sampai 75 persen” jelasnya, Kamis (21/9/22)

Pria yang biasa disapa Mukrimin juga menyampaikan bahwa hingga saat ini UPTD Puskesmas Aere masih terus berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di kecamatan aere demi tercapainya visi puskesmas aere yakni ”terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata menuju aere unggul, sehat dan sejahtera”.

Tak hanya itu, Kata Mukrimin selain terus berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan (Yankes) kepada masyarakat pada khususnya, pihaknya juga tahun ini telah mengusulkan masyarakat kecamatan aera yang belum memiliki kartu jaminan kesehatan atau BPJS Kesehatan sebanyak 872 orang kepada pemerintah provinsi Sulawesi tenggara untuk di akomodir sebagai calon penerima perlindungan social (BPJS Kesehatan) yang di subsidi oleh pemprov. Sultra

“mudah-mudahan dari usulan tersebut dapat terakomodir, sehingga masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat tersebut dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis” harapnya

Lebih lanjut, saat awak media mempertanyakan perihal isu miring yang menimpa dirinya dalam pemberitaan disalah satu media online di kolaka timur bahwa dirinya jarang berkantor, Mukrimin mengatakan bahwa isu miring tersebut akan dijadikan sebagai alat intropeksi dan masukan untuk peningkatan pelayanan puskesmas.

“Kita terus berbenah untuk perbaikan tata graha puskesmas, sebab puskesmas aere terakreditasi madya. Jadi tantangan untuk mempertahankan status akreditasi cukup menantang, malah keinginan kami puskesmas bisa  AKREDITASI UTAMA. Hal ini hanya bisa diwujudkan dengan dukungan seluruh masyarakat aere, para stakeholder, dan termasuk insan pers” ungkapnya

Meski di terpa isu miring, namun pihaknya tetap focus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat melalui Pelayanan upaya kesehatan masyarakat (UKM) diantaranya adalah UKM esensial yang meliputi Pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan gizi masyarakat, pelayanan pengendalian dan pencegahan penyakit, upaya promosi kesehatan dan upaya kesehatan lingkungan

Lanjut, serta upaya kesehatan masyarakat (UKM) pengembangan yang juga meliputi Pelayanan kesehatan lansia, pelayanan kesehatan kerja dan olahraga, pelayanan kesehatan jiwa dan yang terakhir adalah pelayanan kesehatan mata

“dari upaya kesehatan masyarakat tersebut ada beberapa pelayanan kesehatan yang memang harus di laksanakan di luar puskesmas salah satunya adalah melakukan pelayanan kesehatan di desa” tutupnya

Laporan : Jumran Djumadi