Tajukperistiwa.com, Konawe – Ratusan rumah milik warga transmigrasi Desa Parudongka Kecamatan Routa Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara terendam banjir akibat intensitas hujan di malam takbiran cukup tinggi sehingga menyebabkan anak sungai meluap ke pemukiman warga, Senin (24/4/23)
Di momen perayaan hara raya Idul Fitri 1444 Hijriah seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara merayakan kemenangan. Namun berbeda dengan warga transmigrasi Desa Parudongka Kecamatan Routa yang harus merayakannya ditengah musibah banjir yang melanda pemukiman warga
Selain merendam rumah warga transmigrasi, luapan air sungai tersebut juga menggenangi ratusan hektar sawah dan tanaman milik warga
Informasi yang dihimpun media ini melalui video amatir warga setempat berdurasi 7.01 menit tersebut, nampak seorang warga transmigrasi mulai mengungsi dirumah warga lainnya tidak terdampak banjir, karena warga setempat masih merasa ketakutan jika terjadi banjir susulan
Tak hanya itu, seorang warga yang ada dalam video tersebut juga keluhkan normalisasi anak sungai yang hingga saat ini belum terealisasi sehingga setiap tahunnya warga UPT Transimigrasi Desa Parudongka dilanda banjir
Kepala Desa Parudongka, Arifuddin saat dikonfirmasi melalui via whatsup mengatakan bahwa banjir yang melanda seluruh warga transmigrasi tersebut disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga air sungai meluap kepemukiman warga pada sabtu (22/4/23) dini hari
“kurang lebih 4 jam diguyur hujan yang cukup deras dari jam 10 hingga jam 2 malam, sekitar subuh air sungai meluap ke pemukiman warga hingga mencapai 1 meter ketinggian air” Jelasnya
Ia juga menyebutkan bahwa kurang lebih 100 rumah milik warga transmigrasi dan ratusan hektar sawah serta tanaman terendam air
“saya berharap dengan musibah yang dialami warga UPT transmigrasi setiap tahunnya dapat direspon oleh pemerintah untuk menganggarkan normalisasi anak sungai yang ada di Desa Parudongka” Harapnya
Diinformasikan, hari ketiga banjir yang melanda warga UPT Transmigrasi Desa Parudongka sudah mulai berangsur turun di beberapa titik
Laporan : Helni Setyawan
Langsung ke konten

















