BWS Sulawesi IV Kendari Kecam Keras Penambang Pasir Ilegal Di Konawe

Tajukperistiwa.com, Konawe – Badan Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari  mengecam keras aksi penambang pasir ilegal yang telah merusak alur sungai dan sempadan sungai konaweeha di Kelurahan Tawanga, Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe.

Hal ini disampaikan Rahmat Sanusi, SE., ST., MM selaku penyidik bidang sumber daya air BWS Sulawesi IV Kendari kepada tajukperistiwa, kamis (18/1/24) kemarin melalui via whatsup usai melakukan peninjauan langsung diarea penambangan pasir tersebut bersama Camat Konawe, Kapolsek Wawotobi, DLH Konawe dan Lurah Tawanga serta sejumlah NGO

“bersama tim, kami turun kelapangan untuk melihat secara langsung areal penambangan pasir illegal yang dilakukan oleh orang yang tidak diketahui identitasnya, telah melakukan pengrusakan bantaran sungai” ujarnya

Selaku penyidik bidang sumber daya air kata dia, akan berkoordinasi dengan ditkrimsus Polda Sultra (Koorwas PPNS) untuk meminta bantuan taktis agar melakukan penyidikan atas dugaan pelangaran sumber daya air

“apabila dugaan pelanggaran sumber daya air terbukti, maka akan kita lakukan pendindakan sesuai UU No 17 tahun 2019 tentang sumber daya air” Tegasnya

Sementara itu, Camat Konawe, M. Agusalim Musin, SP.,M.Si berharap kepada para penambang pasir illegal yang berada dibantara sungai Kecamatan Konawe agar melengkapi dokumen pertambangan galian C, minimal Rekomendasi Tekhnik (Rekomtek) dari BWS Sulawesi IV Kendari

“terus terang para penambang liar ini tidak bisa ditoleransi lagi, karena ini akan memberikan dampak serius bagi lingkungan dan terutama masyarakat setempat yang akan menjadi korban” Ujarnya

“saya lihat penambangan pasir di wilayah saya ini memang sudah mulai terkesan liar dan jor-joran”tambahnya

Kata pria yang akrab dipanggil Agus ini juga mengatakan bahwa hasil pantauan disejumlah area penamabangan pasir ditemukan banyaknya kubangan-kubangan bekas penambangan pasir illegal tersebut

Bahkan kata dia, penambangan didaerah aliran sungai, tentunya sangat rawan karena akan berdampak pada kerusakan lingkungan, sehingga ini harus kita jaga.

“saya juga berharap kepada para penambang pasir ini agar lebih arif dan bijaksana terhadap lingkungan dalam melakukan aktivitas pertambangan pasir” Tutupnya

Laporan : Helni Setyawan