Tajukperistiwa.com, Kolaka Timur II Kuasa hukum pasangan calon nomor urut 1, Abdul Azis-Yosep Sahaka (Asmara), Taufik Sungkono SH, secara resmi melaporkan pasangan calon nomor urut 2, Arwin-Ismail (ASLI), ke Badan Pengawas Pemilu Kolaka Timur, selasa (29/10/24)
Laporan tersebut diajukan atas dugaan kampanye bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) atau black campaign yang dilakukan paslon “ASLI” pada saat kampanye tatap muka di Desa Matabondu pada 29 September 2024 lalu.
Diketahui, laporan Kuasa hukum pasangan calon nomor urut 1, Abdul Azis-Yosep Sahaka ini diterima langsung Ketua Bawaslu Koltim, Abang Saputra.
’’Peristiwa tersebut bermula pada tanggal 29 September 2024 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor urut 2 melaksanakan kampanye di Desa Matambondu, Kecamatan Tirawuta yang dihadiri oleh sejumlah peserta kampaye dan relawan. Namun kami baru mengetahui peristiwa tersebut pada Kamis 24 Oktober 2024 melalui media sosial yang beredear dalam bentuk video di Whatshap,’’ uangkapnya
Ia menyebutkan, pada saat menyampaikan materi kampanye, terlapor sebagai calon Wakil Bupati Nomor 2 atau Ismail, telah menyampaikan materi kampanye dengan kalimat dengan pernyataan yang tidak layak untuk didengar karena sudah mengandung unsur SARA.
Berdasarkan dalam rekaman tersebut kata Taufik, kurang lebih seperti ini kata Ismail “Tadi saya bilang keluarkan penjajah, kita harus pulangkan karena kapan kita tidak pulangkan pasti kita dijajah terus, banyak yang dijajah, dijajahmi generasinya, dijajahmi kontraktornya, dijajahmi ekonominya iye kasin pak kita harus pulangkan penjajah”.
Menurutnya, pasangan Arwin-Ismail diduga telah menyampaikan pernyataan yang bernuansa SARA dalam kampanye tersebut, yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat kolaka timur
“Kampanye politik seharusnya mengedepankan visi dan misi untuk membangun daerah, bukan menggunakan isu yang mengarah pada SARA,” ujarnya.
”Perbutan ini, jelas sangat melanggar etika kampanye dan peraturan perundang undangan. Kami berharap Bawaslu Kolaka Timur segera memproses laporan kami tersebut,” tegas pria yang akrab disapa Taufik ini
Laporan : Redaksi
Langsung ke konten

















