Tajukperistiwa.com, Bombana || Berbicara tentang camilan gula kelapa atau yang dikenal dengan bahasa lokal “Gola Ni’i”, tentu tidak akan terlepas dengan Pulau Kabaena yang terletak di wilayah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selain dijuluki sebagai daerah “Negeri Diatas Awan” dengan potensi wisata yang cukup terkenal dan mengagumkan. Pulau Kabaena ini juga tak kalah terkenal dengan camilan tradisionalnya “Gula Kelapa” yang sayang untuk dilewatkan bagi para pengunjung dari luar pulau Kabaena untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.
Tentu, Kabaena memiliki sejarah dan cerita yang panjang mengenai cemilan “Gula Kelapa” dengan cita rasa unik yang terbuat dari campuran gula aren cair, gula merah, daging kelapa parut dan beras ketan yang dikemas dari daun jagung kering, dan diikat rapi dengan bentuk seperti bola Ping pong.
Bisa dibilang proses pembuatan cemilan gula kelapa ini cukup rumit dan membutuhkan keahlian khusus atau orang-orang yang sudah terlatih. Untuk teksturnya sendiri, gula kelapa memiliki berbagai tekstur dengan rasa manis, gurih, padat dan legit.
Tekstur gula kelapa sendiri ini menggambarkan suatu kebersamaan atau tradisi gotong royong dan hubungan masyarakat Kabaena dengan alam yang telah diwariskan secara turun temurun.
Masyarakat pulau Kabaena dikenal sangat ahli dalam membuat gula kelapa, kreativitas membuat panganan khas Kabaena telah memberikan dampak ekonomi bagi warganya.
Asal-usul Gula Kelapa ini sangat terikat erat dengan kearifan lokal dengan Pulau Kabaena dan kini diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB Indonesia pada 2024 lalu, oleh Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 16 November 2024 yang menandakan nilai sejarah dan sosialnya.
Dengan menjadi bagian dari WBTB, gula kelapa atau Gola Ni’i ini tidak hanya lezat, tetapi juga membawa cerita budaya dan sejarah masyarakat Kabaena, menjadikannya oleh-oleh yang kaya akan makna.
Meski menghadapi tekanan industri modern namun masyarakat Kabaena terus melestarikan cita rasa yang khas serta proses pengolahannya yang unik, sehingga gula kelapa ini memiliki potensi menjadi salah satu Ikon Kuliner di Sulawesi Tenggara yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal
Laporan : Andy Van Izhar.
Langsung ke konten

















