Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahInfo DesaKesehatanNasionalPendidikanSosbud

Wakil Bupati Syamsul Ibrahim Buka FGD Pembentukan Tim Unit Terpadu P4GN Tingkat Desa

61
Example 468x60

Tajukperistiwa.com, Konawe || Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (21/1/26)

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BNNK Konawe ini mengangkat tema “Pembahasan Tim Terpadu untuk Pembentukan Unit Pelaksana Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Tingkat Desa.”, Rabu (21/1/26)

banner 300X250

Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh BNNK Konawe tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si didampingi kepala BNNK Konawe, Kompol H. Bandus Tora Wijaya, A.Md., SH serta dihadiri Forkopimda Konawe.

Wakil Bupati, Syamsul Ibrahim, dalam sambutannya Ia menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap Pembentukan Unit Pelaksana Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika hingga di Tingkat Desa.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat dirinya masih aktif di legislatif, pihaknya pernah mendapatkan informasi terkait data peredaran narkoba tertinggi di Indonesia menunjukkan Sulawesi Tenggara berada di urutan ke-3, sedangkan dari 17 kabupaten dan Kota, Kabupaten Konawe berada di posisi pertama

“Coba juara itumi yang bagus, tapi masalahnya ini cerita yang tidak bagus bahwa pangsa pasar narkoba terbesar hari ini peredarannya ada di Sulawesi Tenggara, sedang di 17 kabupaten dan kota ada di kabupaten Konawe” kata Wakil Bupati 

Untuk itu, ia juga menyampaikan bahwa pencegahan narkotika ini tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum atau APH, melainkan penanggulangan bahaya narkotika ini menjadi tanggungjawab bersama hingga, terutama peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya

“Saat ini yang menjadi sasaran peredaran narkotika sudah masuk di tigkat SMP hingga SMA dengan menyasar para anak sekolah itu sendiri dalam peredarannya”tuturnya

Menurutnya, dalam memerangi barang haram ini kedepan diharapkan struktur pengurus Tim Terpadu P4GN nantinya yang bisa direalisasikan adalah program pencegahan seperti sosialisasi kemudian langkah kedua rehabilitasi dan yang terakhir adalah penanganan hukumnya 

“Sepanjang kita masih bisa cegah peredaran dan penggunaan narkotika kita laksanakan, misalnya melakukan sosialisasi serta penyuluhan yang nantinya kegiatan tersebut kita gencar laksanakan” ujarnya

Wakil Bupati berharap posisi Konawe sebagai daerah paling tertinggi peredaran dan penggunaan narkotika di Sultra bisa turun di posisi terakhir

Sementara itu, Kepala BNNK Konawe, Kompol H. Bandus Tora Wijaya, A.Md., SH, menambahkan bahwa Pembentukan tim unit terpadu P4GN sampai di tingkat desa sudah digagas sejak tahun 2025 lalu 

“Tujuan pembentukan tim unit terpadu ini agar semua pihak bisa berkontribusi terhadap penanggulangan bahaya narkoba khususnya di Kabupaten Konawe” jelasnya

Dengan pertimbangan kata dia, bahwa BNNK Konawe ini memiliki wilayah tugas 3 kabupaten.  Dalam satu kabupaten itu bisa sampai ratusan desa, sementara personilnya sangat terbatas, sehingga tidak mampu membina masyarakat di wilayah kerjanya.  Untuk itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak baik Pemda maupun masyarakat setempat

“Arahan Kepala BNN RI agar di buat tim terpadu P4GN mulai dari tingkat Kabupaten yang di ketuai oleh Bupati, wakil Ketua I, Sekda, wakil Ketua II kepala BNNK, Sekretaris, Kesbangpol, dan anggotanya para pimpinan OPD” ucap pria yang akrab disapa Tira ini

“Sedangkan tingkat kecamatan di ketuai oleh Camat, Sekretaris yakni Sekcam sedangkan anggotanya di bantu oleh personil BNNK dan personil Camat.  Dan untuk tingkat desa diketuai oleh Kades, sekretaris oleh Sekdes dibantu personil P2MR atau Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat dan Rehabilitasi” tambahnya

Mengapa Tim Unit Terpadu P4GN ini kita bentuk? karena kata Kepala BNNK Konawe, Sultra saat ini menduduki tingkat pertama peredaran dan penggunaan narkotika sedangkan tingkat kabupaten dan kota di Sultra, konawe paling tertinggi

“Kategori bahaya Narkoba di konawe ada 9 Desa, sedangkan kategori Aman dari narkoba ada 39 desa. Data ini menjadi warning buat kita, baik pemda konawe maupun masyarakat dan Sultra saat ini darurat narkoba” bebernya

Dengan terbentuknya tim unit pelaksana terpadu P4GN tersebut diharapkan dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba khususnya di Konawe serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika demi terciptanya lingkungan desa yang sehat dan aman dari pengaruh narkoba.

Diketahui, diakhir acara, Kepala BNNK Konawe bersama sejumlah pimpinan OPD menandatangani perjanjian kerjasama secara simbolis.

Laporan : Risko Julianto

Example 300250
banner 468x60