AdvetorialArtikelBeritaDaerahHukrimInfo DesaInternasionalKesehatanNasionalNews TVOlahragaOpiniOtomatifPendidikanPolitikSosbudTeknologiTNI POLRI

ABSENSI FACE ID DONGKRAK DISIPLIN ASN, PEMKOT KENDARI HEMAT TPP HAMPIR Rp.900 JUTA

4
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.CO-KENDARI || Penerapan sistem absensi digital berbasis Face ID di lingkungan Pemerintah Kota Kendari mulai menunjukkan hasil nyata.

Selain meningkatkan tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), kebijakan yang digagas Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, juga berdampak pada efisiensi belanja daerah, khususnya pada pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

banner 300X250

Berdasarkan evaluasi realisasi TPP Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama periode Januari hingga April 2026, Pemkot Kendari mencatat penghematan anggaran mencapai Rp897.342.783 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut mendekati Rp1 miliar dan menjadi indikator bahwa sistem pengawasan kehadiran berbasis teknologi mampu berjalan efektif.

Wali Kota Kendari menjelaskan bahwa kebijakan Face ID merupakan bagian dari transformasi digital birokrasi yang bertujuan membangun budaya kerja yang lebih akuntabel dan profesional.

Menurutnya, pemberian TPP harus mencerminkan tingkat kehadiran dan tanggung jawab pegawai dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Teknologi ini hadir untuk memastikan proses penilaian kehadiran berlangsung objektif dan transparan. Pemerintah ingin hak pegawai diberikan secara proporsional sesuai dengan kewajiban yang dijalankan,” ungkap Siska Karina Imran.

Data yang dihimpun menunjukkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut berkontribusi terhadap efisiensi tersebut.

Penghematan terbesar tercatat pada Dinas Pertanian Kota Kendari sebesar Rp240,3 juta.

Disusul Badan Pendapatan Daerah dengan efisiensi Rp120,7 juta, Badan Keuangan dan Aset Daerah Rp107,6 juta, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang mencapai Rp92,2 juta.

Pemerintah Kota Kendari menilai bahwa efisiensi anggaran tersebut bukan semata-mata soal pengurangan belanja, melainkan bentuk optimalisasi penggunaan dana daerah agar lebih tepat sasaran.

Dana yang berhasil dihemat dapat diarahkan untuk mendukung program pembangunan, peningkatan kualitas layanan publik, dan berbagai kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Selain memberikan manfaat dari sisi pengelolaan keuangan, penerapan Face ID juga dinilai mampu membentuk budaya kerja baru di lingkungan ASN.

Sistem ini mendorong pegawai untuk lebih disiplin terhadap jam kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. Ketika disiplin meningkat, maka kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat juga akan ikut meningkat,” tegasnya.

Keberhasilan menghemat hampir Rp900 juta dalam empat bulan pertama tahun 2026 menjadi bukti bahwa digitalisasi manajemen kepegawaian dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kedisiplinan ASN sekaligus memperkuat efisiensi anggaran daerah.

Pemkot Kendari berharap inovasi ini dapat terus mendukung agenda reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang modern, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat(Red).

banner 468x60