Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahSosbud

Antisipasi Dampak Bencana Gempa, Pemda Koltim Siapkan Tenda Pengungsian Bagi Warga Di Lalolae

500
Example 468x60

Tajukperistiwa.com, Kolaka Timur || Dalam beberapa hari terakhir ini, sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara, sering dilanda gempa bumi yang berpusat di Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Rabu (29/1/25)

Dan pagi ini pukul 07.50 WITA, gempa kembali terjadi bahkan dirasakan disejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara termasuk di Kabupaten Konawe dengan Lok:4.09 LS,121.81 BT (16 km BaratDaya Kolaka Timur-Sultra), kedalaman 10 Km : BMKG 

banner 300X250

Kemudian Pukul 10.02 WITA, kembali lagi dirasakan dengan Mag:4.3, Lok:4.08  LS, 121.80 BT(6.2 km Tenggara Lalolae, Kab. Kolaka Timur – SULTRA), Kedalaman : 5 km, dirasakan III MMI di Kolaka , III-IV MMI di Kolaka Timur : BMKG-KDI

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial respon cepat dengan menyediakan tenda informasi serta mendirikan tenda pengungsian sementara bagi warga di lapangan kelurahan Lalolae, Kecamatan Lalolae

Tak hanya itu, dibawah komando Dewa Made Ratmawan, ST., MT, selaku kepala BPBD Koltim juga menyediakan Posko TRC atau siaga bencana di Rumah Jabatan Camat Lalolae

Kepala BPBD Koltim, Dewa Made Ratmawan, ST., MT mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa yang dapat terjadi kapan saja.

“Kami sudah memasang tenda pengungsi di Lapangan Lalolae setidaknya bisa menjadi tempat bernaung warga,” ucap Kepala BPBD Koltim 

“Kita ingin memastikan bahwa warga memiliki tempat yang aman dan informasi yang jelas mengenai situasi terkini. Tenda informasi ini akan menjadi pusat komunikasi bagi warga yang membutuhkan bantuan dan informasi terkait bencana,” tambahnya.

Selain itu kata Dewa, dalam upaya mitigasi dan antisipasi dampak bencana gempa bumi yang sering terjadi secara berulang kali ini, pihaknya sudah mensiagakan personil pada posko yang telah disediakan, sehingga dapat mempercepat koordinasi dan informasi dalam penanganan kebencanaan yang terjadi.

“Kami sudah koordinasi dengan Kepala Geofisika BMKG, dijelaskan lempeng patahan pada tahapan mencari posisi yang pas untuk pertemuan masing-masing lempeng, sehingga menimbulkan kondisi getaran yg berulang. Getaran akan berhenti jika posisi lempeng tersebut benar-benar presisi. Terkait potensi adanya penurunan tanah memang tidak ada penjelasannya,” ucap Made Ratmawan.

Ia menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati, tapi tidak terpengaruh jika isu-isu hoax yang mungkin saja disebarkan tanpa informasi yang akurat.

Laporan : Redaksi

Example 300250
banner 468x60