Tajukperistiwa.com, Konawe II Tak ada tanggapan dari pemerintah daerah atas aksi unjuk rasa dari solidaritas petani Desa Tawamelewe – Kasaeda, Kecamatan Uepai baru-baru ini terkait perampasan lahan. Hari ini, ratusan petani Desa Tawamelewe – Kasaeda gotongroyong lakukan pembersihan lahan milik mereka, senin (10/2/25) pagi
Perampasan lahan petani desa tawamelewe – kasaeda telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, dimana lahan pertanian milik warga transmigrasi tersebut merupakan sumber penghidupan mereka, namun tidak dapat digarap akibat dirampas oleh para perampas.
Salah satu pendamping petani, Muh. Hajar mengungkapkan bahwa masyarakat petani desa tawamele-kasaeda sudah cukup bersabar selama tiga tahun ini menunggu keputusan pemerintah atas persoalan mereka untuk diselesaikan dengan baik
Ia merasa miris dengan kondisi perampasan tanah petani, karena mereka menggantungkan hidupnya diatas lahan tersebut bahkan membayar pajak bumi dan bangunan selama ini. Namun anehnya, tanah mereka digarap oleh para perampas
“Mereka ini adalah pemilik hak, pemilik sertifikat, dan bayar pajak, akan tetapi tidak dibiarkan untuk bekerja menggarap lahan mereka yang sudah bertahun-tahun digarap” kata pria yang akrab disapa Hajar ini
“Lahan petani ini sempat mereka garap beberapa waktu yang lalu, namun saat padi petani desa tawamelewe – kasaeda ini berumur dua minggu, pihak perampas datang mentraktor padi yang sudah tumbuh dihadapan para aparat penegak hukum” tambahnya dengan nada miris
Sementara itu, salah satu warga Desa Kasaeda, Nyoman menyampaikan bahwa tanah milik mereka yang dirampas sebelumnya adalah rawa-rawa namun dengan kerja keras, lahan tersebut menjadi lahan persawahan
“proses pengolahan tanah yang sebelumnya rawa-rawa ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, energy dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga kami meminta hak-hak petani diberikan sesuai yang telah diprogramkan oleh pemerintah” harapnya
Ia menegaskan, selaku warga transmigrasi pihaknya tidak pernah mengambil hak lebih sesuai yang diberikan pemerintah
“saya merasa miris, sudah tiga tahun ini kami tidak mendapatkan hasil dari lahan tersebut, bahkan hewan peliharaan (babi) warga pun sudah habis semua” ungkap Nyoman
“ratusan petani yang menggantungkan hidupnya di lahan tersebut, saat ini mengalami kesulitan baik biaya hidup, biaya anak sekolah dan yang paling penting adalah pinjaman bank yang tidak bisa ditunda” ucapnya dengan nada sedih
Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan kami, sehingga para petani di desa tawamele-kasaeda dalam bekerja mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.
Diketahui, aksi pemebersihan yang dilakukan oleh petani desa tawamelewe-kasaeda dilahan mereka yang dirampas tersebut, TNI dan Kepolisian turut hadir dalam rangka pengamanan
Laporan : Helni Setyawan
Langsung ke konten

















