DPPKB Gelar Pertemuan Desiminasi Audit Kasus Stunting Semester 1 Tingkat Koltim Tahun 2024

Uncategorized60 Dilihat

Koltim, Tajuk Peristiwa.Com || Pemerintah daerah (Pemda) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Pertemuan Desiminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Semester I Tingkat Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2024. Adapun kegiatan Desiminasi Audit Kasus Stunting Semester I ini bertempat di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kolaka Timur, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Rabu (03/07/2024) pagi.

banner 728x90

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala OPD , Direktur RSUD Koltim atau yang mewakili, Camat Tirawuta, Kepala Desa Tumbudadio, Program Gizi Dinas Kesehatan, Kementerian Agama Kab. Koltim, Kepala Puskesmas (Kapus) , Kepala UPTD KB se-Koltim, TPK Desa Tumbudadio, Satgas Stunting Kab. Koltim.

Hadir sebagai Narasumber Tim Pakar Stunting 2024. Hadir juga Bidan Koordinator Puskesmas Tirawuta, Bidan Desa Tirawuta dan Desa Orawa Kecamatan Tirawuta, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) se-Kab. Koltim, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kab. Koltim, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kolaka Timur menjelaskan Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek pada usianya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Stunting juga merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

” Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi (kekurangan atau kelebihan asupan energi, protein, zat gizi lain karena perubahan dari kebiasan makan atau pola makan yang tidak tepat) yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya, “ujarnya.

Ia juga menyampaikan adanya kegiatan ini yaitu untuk kembali melihat apa saja faktor yang menjadi penyebabnya.

“sehingga kita bisa menentukan langkah atau strategi yang harus dilakukan baik itu dari dinas terkait, masyarakat dan juga semua teman-teman teknis di lapangan, ” imbuhnya.

“Sehingga kita bisa mengambil kesimpulan kira-kira langkah apa yang harus kita lakukan sehingga tidak ada lagi anak-anak stunting ataupun ibu yang melahirkan anak-anak regenerasi stunting nantinya,” tutupnya.

Laporan : Jumran Jumadi