TAJUKPERISTIWA.COM, KONAWE || Pasca di lantik sebagai Kepala Bidang Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si., langsung menggulirkan program pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si, kepada ratusan ASN PPPK dan PPPK Paruh Waktu saat memimpin apel pagi di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup Konawe, Selasa (8/9/26) pagi
Program tersebut menyasar kurang lebih 350 staf khusus staf Bidang Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas. Sebagai langkah awal, setiap bulan, masing-masing petugas ditargetkan mengumpulkan 3 kilogram sampah anorganik yang telah dipilah untuk kemudian disetorkan ke Bank Sampah yang terletak di pasar Asinua untuk timbang
Selain itu, program ini juga akan menyasar Bank Sampah Induk kecamatan dan Bank Sampah Unit di kelurahan yang sudah terbentuk.
Jika target tersebut terealisasi, program ini berpotensi menghimpun sekitar 1.050 kilogram atau 1,05 ton sampah anorganik setiap bulan dari lingkungan kerja para petugas kebersihan tersebut
Ridwan mengatakan, kebijakan tersebut bukan sekadar mengejar jumlah sampah yang terkumpul, melainkan membangun kebiasaan baru di kalangan petugas kebersihan agar pemilahan sampah menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
“Saya ingin teman-teman kebersihan tidak hanya bertugas mengangkut dan membersihkan sampah, tetapi juga menjadi contoh dalam hal memilah sampah. Minimal setiap bulan tiga kilogram sampah anorganik yang sudah dipilah dikumpulkan dan ditimbang di Bank Sampah Kelurahan Asinua,” ujar Ridwan.
Menurutnya, sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kaleng dan material bernilai ekonomis lainnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali melalui sistem bank sampah.
Karena itu, pemilahan sejak awal menjadi langkah penting untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan sekaligus mendorong masyarakat melihat sampah dari perspektif berbeda, bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai material yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
“Kita mulai dari internal dulu. Kalau petugas kebersihan sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar, saya berharap kebiasaan ini bisa menjadi contoh dan kedepannya bisa ditularkan kepada seluruh ASN di Konawe serta masyarakat,” tegasnya.
Ridwan menambahkan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara Bidang Kebersihan DLH Konawe dan Bank Sampah Kelurahan Asinua dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terukur.
Dengan melibatkan ratusan petugas, program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan sampah semata. Lebih jauh, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Konawe membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan sampah harus ditangani mulai dari sumbernya.
“Dari 3 kilogram per orang setiap bulan, DLH Konawe ingin mengubah kebiasaan kecil menjadi gerakan besar pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir” tutupnya
Laporan : Redaksi














