Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahInfo DesaSosbud

Komoditas Cabai Rawit Jadi Salah Satu Penyebab Inflasi, Pemda Koltim Siapkan Berbagai Program 

367
Example 468x60

Tajukperistiwa.com, Koltim || Dalam upaya menekan inflasi yang berdampak pada harga komodity, terutama cabai rawit dan cabai besar, Pemda Kolaka Timur melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura siapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan lokal, Rabu (18/6/25)

Kepala Dinas Perkebunan Koltim, Lasky Paemba, SP., M.Si mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus pada upaya pengendalian inflasi yang dipicu oleh fluktuasi harga cabai

banner 300X250

“Kami terus menggalakkan gerakan menanam cabai melalui kelompok tani yang memang fokus di komoditas ini. Tujuannya agar jalur suplai cabai tetap terjaga dan produksi meningkat sehingga inflasi bisa ditekan,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan harga signifikan tercatat pada dua komoditas utama, yakni cabai rawit dan cabai merah besar, termasuk cabai rawit lokal yang lebih jarang ditemukan di pasar namun harganya kerap melonjak naik.

“Cabai rawit lokal memang sering kali harganya melambung. Pasokannya terbatas, Walaupun cabai dari produsen besar seperti Indofood tersedia di pasar, masyarakat cenderung mengincar cabai lokal karena rasanya yang lebih kuat. Ini yang kadang jadi pemicu inflasi,” ujarnya

Untuk menanggulangi hal tersebut, Pemerintah Daerah mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing untuk menanam cabai secara mandiri, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga serta berkontribusi terhadap swasembada pangan 

“Kalau setiap rumah tanam 10 folibek saja, saya kira kebutuhan cabai rumah tangga sudah tidak sulit lagi. Bahkan bisa dijual. Ini yang harus kita dorong bersama,” harapnya

Selain itu kata dia, yang menjadi tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah 

minat petani dari budidaya cabai ke komoditas lain seperti tanaman nilam, yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi dalam jangka pendek.

“Dulu ada petani yang menanam cabai di lahan satu hektare. Sekarang mereka bagi dua, setengah untuk cabai, setengah lagi nilam. Ini yang kami coba antisipasi dengan pembinaan dan penyuluhan agar lahan untuk cabai tidak berkurang drastis,” ucapnya

Meski minat petani terhadap budidaya cabai menjadi tantangan besar saat ini, namun pihaknya telah menyiapkan program jangka pendek berupa gerakan tanam serentak cabai di sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Lalolae, Ladongi, Loea, dan Lambandia.

Tak hanya itu, Pemda Koltim juga tengah mencanangkan program “Sekolah Menanam”, yang akan menyasar sekolah-sekolah baik ditingkat SD maupun SLTA /sederajat, dengan tujuan untuk menanamkan kecintaan siswa siswi terhadap dunia pertanian sejak dini.

Pria yang akrab disapa Lasky ini juga mengatakan bahwa program yang disiapkan baik jangka pendek maupun panjang diharapkan menjadi solusi konkret bagi permasalahan yang sedang dihadapi sektor pertanian di Koltim

Terakhir, ia yakin dan percaya dengan kolaborasi pemerintah, petani, dan masyarakat, laju inflasi bisa ditekan, produksi pertanian tetap terjaga, dan ketahanan pangan lokal makin kuat. 

Laporan : Redaksi

Example 300250
banner 468x60