Letakan Batu Pertama, Azis : Pembangunan Gedung Balai Sabha Agung Sangatlah Berarti Bagi Masyarakat Adat

Berita, Daerah, Sosbud239 Dilihat

Tajukperistiwa.com, Kolaka Timur – Pembangunan rehab gedung balai Sabha Agung (Wantilan) Adat Eka Buana yang sudah berdiri hamper 50 tahun lamanya, sangatlah berarti bagi seluruh masyarakat adat.

banner 728x90

Hal ini diungkapkan oleh Plt Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, SH,.MH dalam sambutannya dihadapan para undangan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Balai Sabha Agung (Wantilan) Adat Eka Buana di Desa Putemata Kecamatan Ladongi, Rabu (5/4/23).

Pria yang biasa disapa Azis ini mengaku sangat mengapresiasi semangat dan mimpi besar pengurus adat yang menginisiasi rehabilitasi pembangunan secara total gedung tersebut

Menurutnya, gedung lama yang sudah berdiri hampir 50 tahun dan baru akan direhab total, sangatlah berarti bagi seluruh masyarakat adat.

“Kalau mau membangun jangan berfikir bagaimana dana dulu. Tetapi dengan kemauan dan tekad yang kuat, dengan niat suci semua pemangku seperti yang ditunjukkan hari ini, semua bisa terlaksana. Dan pemerintah daerah akan mensupport hal ini,” Kata mantan anggota Polri ini.

Kata Azis, dirinya hadir di Kolaka Timur iini, untuk menjadi pemimpin semua masyarakat tanpa harus membeda-bedakan baik suku, agama maupun golongan.

“Cemburu dan curiga itu ibarat rayap yang akan merusak pondasi cinta. Perbedaan itu adalah hal biasa, tapi bagaimana kita bisa persepsi dalam membangun Koltim kearah yang lebih baik,” Ujar orang nomor satu di Kolaka Timur

Ditempat yang sama, Ketua Adat Eka Buana Gede Putu Widiana mengatakan bahwa jika desa adat sangat kuat dan mendukung proses pelaksanaan keagamaan.

“Terbentuknya desa adat masih jaman kerajaan, sampai saat ini masih eksis didaerah perantauan dimanapun mereka berada” Jelasnya

Selain itu, ia menuturkan bahwa jumlah kami saat ini di desa adat ini, kurang lebih dua ribu jiwa, yang tersebar di tujuh desa dan dua kecamatan yakni di Kecamatan Loea dan Ladongi

“Kami merasa bersukur dan bangga, karena Plt Bupati Kolaka Timur sangat menerima perbedaan dan kemajemukan di Kolaka Timur ini.  Barusan saya merasakan ada pemimpin yang membuka lebar-lebar ruang untuk diskusi tentang penbangunan di Koltim ini,” Tutupnya

Diketahui, selain Plt Bupati Kolaka Timur dan masyarakat Adat, juga nampak  hadir Ketua Adat Eka Buana Gede Putu Widiana, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Koltim Made Mulyana S.Pd,  Kepala Bidang Binmas Hindu Kemenag Sultra Komang Sukayasa, SE, dan Kadis Kominfo Koltim I Nyoman Abdi, SPd.,MPd.

Laporan : Jumran Jumadi