Uncategorized

ABK KM Karya Maros Dilaporkan Hilang Di Laut Bombana, Polairud Dan Tim SAR Kerahkan Pencarian

4
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM, BOMBANA || Seorang Anak Buah Kapal (ABK) kapal penangkap ikan jenis gae, KMN Karya Maros GT 16, dilaporkan hilang di perairan antara Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana dan perairan Pulau Kabaena, Jumat (5/6/26) petang.

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Pulau Wowoni, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hingga Sabtu dini hari, korban masih dalam pencarian oleh nelayan setempat, aparat kepolisian perairan, serta Tim SAR yang telah dikoordinasikan untuk membantu operasi pencarian.

banner 300X250

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WITA saat KMN Karya Maros GT 16 yang dinakhodai H. Daeng Gassing bersama 11 orang ABK bertolak melaut untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Sekitar pukul 17.45 WITA, kapal mulai menurunkan jaring penangkap ikan di lokasi penangkapan. Selang beberapa saat, tepatnya sekitar pukul 18.15 WITA, korban meminta izin kepada nahkoda untuk buang air besar di laut menggunakan gabus pelampung yang biasa digunakan dan diikat pada kapal saat aktivitas penangkapan berlangsung.

Sementara korban berada di atas gabus, para ABK lainnya masih fokus melakukan penarikan jaring yang sedang berisi hasil tangkapan ikan.

Namun saat seluruh jaring berhasil dinaikkan ke atas kapal sekitar pukul 19.30 WITA, awak kapal menyadari korban sudah tidak terlihat lagi di sekitar lokasi. Nahkoda kemudian segera menyalakan mesin kapal serta melakukan pencarian dengan bantuan lampu sorot dan senter.

Mengetahui korban belum ditemukan, nahkoda segera menghubungi warga Desa Larete untuk meminta bantuan pencarian. Namun upaya awal pencarian sempat terkendala kondisi air laut yang sedang surut sehingga hanya dua kapal gae lainnya yang dapat bergabung membantu pencarian.

Hingga pukul 23.45 WITA, tiga kapal yang dinakhodai masing-masing oleh Fajar, H. Nai, dan H. Daeng Gassing masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Arus Dan Gelombang Diduga Mempercepat Korban Terbawa Menjauh

Informasi lapangan menyebutkan bahwa saat korban berada di atas gabus, arus laut bergerak ke arah barat. Kondisi tersebut diperkuat dengan arah angin yang juga bertiup ke barat sehingga diduga menyebabkan korban semakin menjauh dari posisi kapal.

Selain itu, sekitar pukul 21.00 WITA, cuaca di lokasi dilaporkan memburuk. Angin bertiup lebih kencang dari arah timur ke barat disertai gelombang laut yang diperkirakan mencapai dua meter. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian yang dilakukan pada malam hari.

Polairud Bombana Koordinasi Dengan Tim SAR Kolaka

Komandan Markas Unit Polairud Bombana, Aiptu Irawan, A.Md, membenarkan adanya laporan orang hilang di perairan antara Poleang Tenggara dan Pulau Kabaena.

Ia mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat dan personel Polsek Poleang Timur terkait insiden tersebut.

“Kami menerima laporan adanya nelayan yang diduga hilang di laut dan langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Tim SAR Kolaka untuk membantu pelaksanaan pencarian. Hingga saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan,” ujar Aiptu Irawan.

Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta berupaya memaksimalkan pencarian dengan melibatkan masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pesisir, nelayan maupun pengguna laut yang melintas di sekitar wilayah perairan Poleang dan Kabaena agar turut membantu memberikan informasi apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Setiap informasi yang diterima akan segera kami tindak lanjuti,” katanya.

Aiptu Irawan juga mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu dan gelombang sedang tinggi.

“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Keselamatan di laut harus menjadi perhatian utama seluruh nelayan dengan tetap menggunakan alat keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian terhadap Tuang alias Igo masih terus berlangsung. Aparat kepolisian, Tim SAR, dan nelayan setempat terus menyisir area yang diduga menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus laut.

Laporan : Redaksi

banner 468x60