TAJUKPERISTIWA.COM, KONAWE || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Kendari dalam rangka studi referensi dan pertukaran informasi terkait strategi pengelolaan sampah berkelanjutan serta upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup di daerah, Kamis (4/6/26)
Kunjungan yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat.
Rombongan Komisi III DPRD Kota Kendari disambut langsung oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai program dan inovasi pengelolaan sampah, mulai dari pengelolaan sampah, retribusi sampah, hingga strategi mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Mewakili Plt Kepala DLH Konawe, Edy Mangkere mengatakan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun kolaborasi lintas daerah guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berdaya guna.
“Kami menyambut baik kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Kendari sebagai wadah untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan dan memperkuat sinergi dalam pengelolaan lingkungan hidup” ujar Edy
“Persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, legislatif maupun masyarakat,” tambahnya
Menurutnya, kunjungan kerja ini menjadi momentum yang sangat baik untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, Drs. Arsyad Alastum mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Lingkungan Hidup dalam bidang pengelolaan persampahan

Menurutnya, kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi dan referensi mengenai penguatan kebijakan dan inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler di Konawe yang dapat menjadi bahan masukan dalam mendukung penyusunan kebijakan lingkungan di Kota Kendari.
“DPRD Kota Kendari intens melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah termasuk di Kabupaten Konawe dengan tujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan pengelolaan sampah tersebut” ujar Anggota DPRD Kota Kendari ini
“Kalau memang pengelolaan sampah di Konawe cukup bagus untuk diterapkan di Kota Kendari, maka kami akan mendorong OPD terkait untuk menyesuaikan. Namun saya kira pengelolaan sampah di Konawe hampir sama yang di lakukan di Kota Kendari” tambahnya
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kunjungan kerja di berbagai daerah baik di Konawe Selatan, Kota Bau-Bau, Konawe hingga pengelolaan sampah di Jakarta, untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sampah yang baik untuk di terapkan di Kota Kendari
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Kota Kendari, Muslimin T, bahwa kunjungan kerja di Konawe ini dalam rangka mencari informasi terkait pengelolaan sampah, sehingga kedepannya bisa dikolaborasikan.

“Kita ingin melihat apakah penanganan sampah di Konawe ini lebih bagus daripada Kota Kendari? Ataukah penanganan sampah di Konawe ini, Kota Kendari lebih bagus? Hal inilah sebenarnya yang ingin kita kolaborasi, supaya kita saling mengisi” katanya
Jadi kata dia, pengelolaan sampah ini memiliki kelebihan masing-masing daerah, sehingga kelebihan itulah yang harus saling sharing terkait bagaimana penanganan sampah di Kota Kendari, bagaimana juga penanganan sampah di Konawe ini.
“Kalau memang Konawe ini masih kurang, kita bisa berikan masukan begitupun sebaliknya. Hal inilah yang menjadi salah satu poin penting dalam kunjungan kerja kita ini, artinya mencari solusi” ungkapnya
“Bukan hanya dibilang Kota Kendari ini bagus pengelolaan sampahnya, tidak juga! Makanya sebenarnya, masing-masing daerah ini kan berbeda-beda cara penanganannya” ungkapnya
Ia juga mengatakan bahwa apa yang bisa kita dapatkan di Konawe ini, mungkin tidak dilakukan di Kota Kendari, inilah yang nantinya kita terapkan di Kota Kendari begitupun sebaliknya apa yang tidak ditarapkan di Konawe akan tetapi ditarapkan di Kota Kendari. Hal itulah, pihaknya bisa memberikan masukan terhadap teman-teman di Konawe, sehingga kolaborasi ini bisa menyala.
Laporan : Risko Julianto














