BeritaDaerahHukrimInfo DesaNasionalSosbudTNI POLRI

Rumah Dan Kios Warga Di Hukaea Bombana Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Hingga 300 Juta

9
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM, BOMBANA II Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah sekaligus kios milik H. Lahabe Samsuddin (85), warga Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Minggu (23/8/26) sore.

Kebakaran yang diduga kuat dipicu korsleting atau arus listrik tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas atap rumah sebelum dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.

banner 300X250

Besarnya kobaran api membuat bangunan rumah sekaligus kios milik korban tidak dapat diselamatkan. Sejumlah barang di dalam bangunan turut menjadi sasaran amukan api, di antaranya empat unit kulkas, tiga unit televisi, uang tunai, serta berbagai barang lainnya.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bombana dari seorang pelapor bernama Sukma sekitar pukul 16.14 WITA.

Merespons laporan tersebut, personel pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati kobaran api telah membesar sehingga upaya pemadaman langsung dilakukan untuk mencegah api merambat ke bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian materi yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bombana, Waridin Admin, S.IP., mengatakan, respons cepat petugas bersama unsur TNI, Polri, pemerintah setempat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menangani kebakaran tersebut.

“Begitu informasi kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Saat tiba, kondisi api sudah cukup besar sehingga prioritas kami adalah mengendalikan dan memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas,” ujar Waridin.

Ia menjelaskan, setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan melakukan pendinginan dan pengecekan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.

“Setelah api padam, kami melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran susulan. Kami juga mengapresiasi dukungan personel TNI, Polri, Babinsa dan masyarakat yang bersama-sama membantu proses penanganan,” katanya.

Waridin juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari instalasi kelistrikan, khususnya dengan memastikan kondisi kabel, sambungan listrik, stop kontak, dan perangkat elektronik tetap aman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah. Jika terdapat kabel yang rusak, sambungan tidak layak atau peralatan listrik yang bermasalah, sebaiknya segera diperiksa dan diperbaiki. Pencegahan jauh lebih penting sebelum api benar-benar terjadi,”tegasnya.

Sementara itu, seorang warga berinisial MT (20) membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung pada Minggu sore dan diduga berkaitan dengan korsleting listrik.

Peristiwa ini kata dia,  menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi secara tiba-tiba dan dalam hitungan menit mampu menghanguskan harta benda yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Diketahui, proses pemadaman kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.20 WITA atas dukungan dari personel Kodim 1431/Bombana, anggota Polsek Lantari Jaya, Babinsa, serta masyarakat setempat.

Laporan : Redaksi

banner 468x60