Tajukperistiwa.com, Kendari || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara (Sultra) silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Dr. Abd. Qohar Affandi, S.H., M.H, di ruang kerjanya, Jumat (8/8/25) kemarin
Pertemuan silahturahmi tersebut merupakan langkah strategis serta sebagai momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antara wartawan dan institusi kejaksaan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Dr. Abd. Qohar Affandi, S.H., M.H, mengungkapkan bahwa jajaran Kejati Sultra sangat membutuhkan peran pers yang profesional dan bertanggungjawab.
Menurutnya, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memiliki pandangan yang sama untuk merawat kolaborasi mewujudkan kerja profesional dan bertanggungjawab.
“Korps Adhyaksa dan insan pers saling membutuhkan. Pers membutuhkan data dan informasi untuk bahan pemberitaan sedangkan Kejaksaan membutuhkan pers untuk publikasi,” katanya
Oleh karena itu kata dia, siapa pun pimpinan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara kolaborasi menjadi penting untuk tetap dirawat sehingga berkelanjutan.
“Kami membutuhkan wartawan, institusi Adhyaksa sangat dekat dengan wartawan. Tapi dengan catatan wartawan yang menaati aturan perundang-undangan,” tegasnya.
Ia memahami bahwa profesi wartawan tidaklah mudah sehingga harus memiliki komitmen untuk meningkatkan kapasitas seiring kompleksnya tuntutan publik yang makin kritis.
“Profesi wartawan diatur undang-undang, kode etik dan pedoman pemberitaan. Sumber daya jaksa di Kejati Sultra yang jumlahnya 56 orang terasa kurang dibandingkan dengan potensi perkara yang ditangani” ucapnya
Dengan demikian kata pria yang akrab disapa Abd Qohar ini, bahwa peran pers menjadi sangat penting untuk membantu menyebarkan informasi terkait penanganan perkara, khususnya tindak pidana korupsi selain Kejaksaan juga ada Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sementara itu, Ketua PWI Sultra, Sarjono, menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat Kajati Sultra, dan mempererat kemitraan demi terwujudnya saling menghormati dalam menjalankan tanggungjawab publik.
Ia menyadari bahwa di era banjir informasi, jurnalisme yang bermartabat dan mencerdaskan sangat dibutuhkan.
Oleh karena itu, PWI Sultra terus berupaya memperkuat organisasi dengan membentuk pengurus di tingkat kabupaten dan meningkatkan kapasitas wartawan anggota PWI.
Saat ini, kepengurusan PWI tingkat kabupaten/kota telah terbentuk di Kota Bau Bau, Kabupaten Wakatobi, Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe dan Kolaka.
“Yang menilai secara obyektif kerja-kerja wartawan adalah pihak luar, termasuk Kejaksaan. PWI mengharapkan kritik dan saran yang obyektif dari masyarakat untuk mewujudkan profesi kewartawanan yang bertanggungjawab,” kata Sarjono.
Mengenai adanya oknum yang mencoreng profesi kewartawanan karena melakukan perbuatan tercelah sepenuhnya menjadi tanggungjawab pribadi yang bersangkutan.
“Yang mencoreng kehormatan profesi adalah mereka-mereka yang menyalahgunakan profesi kewartawanan untuk memenuhi dahaga sesaat. Ini menjadi keprihatinan dan meresahkan,” ujar Sarjono.
Laporan : Redaksi
Langsung ke konten

















