AdvetorialBeritaDaerahInfo DesaKesehatanNasionalPendidikanSosbud

Inovasi Lingkungan Berbasis Ekonomi, Pemda Konawe Lounching Program “Sampah Tukar Sembako” Di Wonggeduku

15
Example 468x60 banner 468x60

Tajukperistiwa.com, Konawe II Mewakili Bupati Konawe, Asisten III Setda Konawe, Marjuni Mamir Louncing peluncuran Program “Sampah Tukar Sembako” yang diinisiasi oleh Pengurus TPS3R Bumi Mepokoaso Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku, Minggu (19/4/26).

Lounching program “Sampah Tukar Sembako” yang dilaksanakan di Kantor TPS3R Bumi Mekoaso, juga turut dihadiri Camata Wonggeduku, Kabid Kebersihan DLH Konawe, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si, Kabid PPKL, Edy Mangkere, ST, Bank BPD Sultra, Owner Bank Sampah Bumi Mepokoaso, Aswan, S.Sos., M.Si, Kepala Desa Lahututu, Tokoh Masyarakat serta para nasabah Bank Sampah Bumi Mepokoaso

banner 300X250

Peluncuran program tersebut menjadi momentum penting dalam mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. Tidak lagi dipandang sebagai limbah tak bernilai, sampah kini memiliki nilai ekonomi yang dapat ditukar langsung dengan kebutuhan pokok sehari-hari.

Program “Sampah Tukar Sembako” yang digagas oleh Bank Sampah Bumi Mepokoaso ini merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Wonggeduku.

Dalam sambutannya, Marjuni menyampaikan apresiasinya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Aswan, S.Sos., M.Si selaku penggangas program “Sampah Tukar Sembako” di Bank Sampah Bumi Mepokoaso ini

“program ini sangat luar biasa, karena ini bukan sekedar kegiatan pengelolaan sampah, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran lingkungan secara bersama-sama sekaligus bias berdampak secara ekonomi dan kesejahteraan kepada masyarakat” ujarnya

Menurutnya, persoalan sampah ini merupakan tantangan yang sangat serius bhawa sampah ini akan menjadi masalah bersama.  Untuk itu, ia berharap jika sampah tersebut bias dikelola dengan baik akan berdampak positif tetapi sebaliknya jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak negative baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat itu sendiri.

“hari ini bisa kita lihat sebuah inovasi yang sangat luar biasa, bahwa sampah bukan lagi menjadi masalah akan tetapi menjadi sumber manfaat, sehingga melalui sampah tukar sembako ini masyarakat bias mendapat motivasi terkait bagaimana memilah sampah mulai dari sumbernya yang dapat membantu kebutuhan ekonomi masyarakat” kata asisten III ini

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa edukasi pemilahan sampah ini, pihaknya menganggap sangat penting karena dalam membangun perubahan perilaku masyarakat terutama kesadaran dan pemahaman itu sendiri

“sebaik apapun program yang kita programkan dan rencanakan tidak akan optimal kalau tidak ada pemahaman serta kesadaran dari masyarakat itu sendiri.  Untuk itu kita mulai mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah sehingga sampah-sampah ini bias termanfaatkan dengan baik” Kata Marjuni

“saya berharap dengan kegiatan ini akan muncul semangat partisipatif dari masyarakat untuk mensukseskan Bank Sampah ini.  Tentunya Pemda Konawe sangat mendukung program ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan” tambahnya

Asisten III ini juga menyampaikan ucapan terimahkasihnya kepada Bank Sultra yang telah mensuport Bank Sampah Bumi Mepokoaso terkait Program Sampah Tukar Sembako

Ditempat yang sama, Kabid Kebersihan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Ir. Ridwan Tabara, ST., M.Si menambahkan bahwa pengelolaan sampah berbasis ekonomi masyarakat ini harus terus diperkuat agar mampu memberikan dampak nyata, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan warga.

“Program ini bukan sekadar inovasi, tetapi solusi konkret. Masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap sampah, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung. Ini adalah bentuk kolaborasi antara kesadaran lingkungan dan kebutuhan hidup,” Ungkapnya

Kata dia, program Sampah Tukar Sembako ini merupakan program yang sangat strategis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Selain itu, program ini juga menjadi sarana edukasi sekaligus solusi praktis dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Kondisi TPA di Kelurahan Mataiwoi, ketika pengelolaan sampah di hulu tidak terlaksana dengan baik maka akan membebani volume sampah yang dapat mengakibatkan penutupan TPA secara Total” tegasnya

Laporan : Risko Julianto

banner 468x60