TAJUKPERISTIWA.COM, KONAWE II Dinas Lingkungan Hidup Konawe terus memperkuat layanan kebersihan di kawasan strategis perkotaan Unaaha. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menempatkan 30 unit tempat sampah organik dan anorganik di berbagai titik kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP), Rabu (2/9/26)
Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan kebersihan di tengah tingginya aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pengunjung serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan ICP.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya DLH Konawe menekan potensi sampah berserakan di ruang publik. Sebab, kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat tidak hanya membutuhkan pengelolaan sampah setelah sampah muncul, tetapi juga sistem pencegahan sejak dari sumbernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, SKM., MM., menegaskan bahwa penyediaan fasilitas kebersihan tidak akan efektif tanpa keterlibatan masyarakat itu sendiri
“Kami tidak ingin tempat sampah hanya menjadi fasilitas yang disediakan pemerintah. Ini adalah sarana bersama. Ketika kami sudah menyediakan tempatnya, maka masyarakat, pelaku UMKM dan pengunjung juga harus mengambil bagian dengan membuang dan memilah sampah pada tempatnya,” tegas Syahrul.
Menurutnya, kebersihan kawasan ICP Unaaha bukan semata-mata menjadi tugas DLH. Pemerintah dapat menyediakan armada, petugas dan sarana kebersihan, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh perilaku dan mindset masyarakat.
“Menjaga kebersihan bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya. Ketika masyarakat ikut menjaga tempat sampah yang sudah disediakan, berarti masyarakat juga ikut menjaga aset pemerintah. Jangan sampai fasilitas yang dibangun untuk kepentingan publik justru rusak, hilang atau tidak berfungsi karena tidak dijaga bersama,” ujarnya.
Syahrul menambahkan, keberadaan tempat sampah di kawasan ICP Unaaha tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang lebih bersih, tertib, nyaman dan representatif, sekaligus memberikan rasa aman bagi pelaku UMKM maupun masyarakat yang beraktivitas.
“UMKM adalah bagian dari wajah kawasan ICP Unaaha ini. Kalau lingkungan tempat mereka berusaha bersih, nyaman dan tertata, tentu masyarakat juga akan merasa lebih nyaman datang dan beraktivitas. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku UMKM menjadi contoh dalam menjaga kebersihan,” kata Syahrul.
Selain itu, dengan ditempatkannya 30 unit tempat sampah organik dan anorganik di kawasan ICP Unaaha, pemerintah berharap tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk membuang sampah sembarangan.
“Ruang publik merupakan aset bersama yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat” ucap Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Konawe ini
“Kalau kita ingin Unaaha bersih dan nyaman, jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan. Pemerintah bekerja, petugas bekerja, tetapi masyarakat juga harus bekerja melalui kesadaran. Menjaga satu tempat sampah, membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak fasilitas publik adalah bentuk sederhana dari kepedulian terhadap daerah,” pungkasnya.
Ia juga mengatakan bahwa membangun budaya kebersihan tidak berhenti pada aktivitas mengangkut sampah, tetapi bergerak menuju pengelolaan sampah berbasis kesadaran, partisipasi masyarakat dan tanggung jawab bersama.
Sebab kata Syahrul, kota yang bersih bukan hanya hasil kerja petugas kebersihan, tetapi cerminan perilaku seluruh masyarakatnya.
Laporan : Redaksi














