AdvetorialBeritaDaerahInfo DesaKesehatanNasionalPendidikanSosbud

Dorong Sekolah Aman Dan Ramah Anak, DWP Konawe Sosialisasikan Pencegahan Bullying Di SDIT Asy Syamil

16
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM, KONAWE || Pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga lingkungan masyarakat. 

Menyadari pentingnya hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Konawe melalui Bidang Pendidikan menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SDIT Asy Syamil, Selasa (20/10/26) lalu

banner 300X250

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk tumbuh, membangun karakter, serta mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun perlakuan diskriminatif.

Ketua Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Konawe, Fitriani Suparjo, SE, menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini mengenai perilaku saling menghargai dan menghormati antarsesama siswa.

Menurutnya, pencegahan perundungan tidak cukup hanya melalui teguran atau penindakan ketika kasus terjadi. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan agar anak-anak mampu mengenali perilaku perundungan, memahami dampaknya, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa tepercaya ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan tersebut.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap anak-anak semakin memahami pentingnya saling menghargai, menjaga perkataan dan tindakan, serta membangun pertemanan yang sehat” ujar Fitriani

“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat setiap anak merasa aman, diterima, dan dihargai,” tambahnya.

Perlindungan Anak Membutuhkan Kepedulian Bersama

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas P3A) Kabupaten Konawe, Wiwin, S.ST., M.Kes., menegaskan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak.

Upaya pencegahan bullying kata dia, perlu dilakukan secara konsisten melalui penguatan pemahaman kepada peserta didik, pendampingan oleh guru, serta komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua. 

Ia juga mengatakan bahwa anak yang mengalami perundungan juga perlu memperoleh perhatian dan dukungan agar dampaknya terhadap rasa percaya diri, kenyamanan belajar, dan perkembangan psikologis tidak semakin besar.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penting bagi sekolah dan orang tua untuk membangun komunikasi, mengenali tanda-tanda perundungan, serta memastikan setiap laporan ditangani secara tepat dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” katanya

Selain itu, Pencegahan perundungan juga perlu diarahkan pada pembentukan budaya sekolah yang menghormati perbedaan, menolak kekerasan, dan mendorong peserta didik untuk saling membantu. 

Dengan begitu kata Wiwin, nilai-nilai empati dan kepedulian tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Sosialisasi yang dilaksanakan DWP Kabupaten Konawe melalui Bidang Pendidikan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa setiap anak berhak memperoleh perlakuan yang adil, rasa aman, serta kesempatan belajar yang setara.

“Lingkungan sekolah yang ramah anak tidak terbentuk hanya melalui aturan tertulis. Dibutuhkan keteladanan orang dewasa, keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan, serta kesungguhan seluruh warga sekolah dalam mencegah kekerasan dalam bentuk apa pun” ungkapnya 

Ia menambahkan bahwa, melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat terus didorong tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Sebab, sekolah yang aman bukan sekadar tempat anak memperoleh pengetahuan, melainkan ruang tempat mereka belajar menghargai sesama, membangun kepercayaan diri, dan tumbuh tanpa ancaman perundungan.

Laporan : Redaksi

banner 468x60