Rapat Anggaran di Liquid DPRD Dan SKPD Kabupaten Konawe Banjir Kritikan

Berita, Daerah337 Dilihat

Tajukperistiwa.com, Konawe – Sebuah video yang memperlihatkan suasana rapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Konawe dalam membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2023 di tempat dugem salah satu Hotel di Kendari viral di media sosial.

banner 728x90

Video berdurasi 29 detik yang diunggah oleh akun Tik-Tok @rakyatpinggiran17 itu telah diunduh 43 pengguna Tik-Tok dan telah dibagikan di beberapa group pesan seperti whats app maupun instagram.

Salah satu Aktivis Konawe Ilham Killing mengungkapkan kegiatan DPRD bersama SKPD Kabupaten Konawe di tempat dugem menurutnya hanya pemborosan anggaran.

” Seharusnya anggaran itu di pergunakan pada tempatnya, pasti uang rapat ada, Sppd ada, sewa kamar, ini semua Pemborosan anggaran,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/7/22).

Menurut Ilham masih banyak hal-hal yang substantial yang perlu mendapatkan perhatian para pemangku kebijakan terutama persoalan 13 Desa dan Kelurahan yang masuk dalam kategori miskin ekstrim dan program nasional tentang pemulihan ekonomi.

” Kita hanya mengingatkan agar mereka lebih obyektif melihat setiap persoalan yang ada. Kalau seperti ini jangan salahkan masyarakat berasumsi negatif,” sebutnya.

Sementara itu salah satu pejabat lingkup Pemda Konawe yang tidak berkenan disebutkan namanya mengaku pemilihan Liquid sebagai tempat rapat bukan tanpa alasan.

” Rapat pertama memang hari Rabu, saat itu memang gedung Fhinisi yang ada di bawah full, makanya pihak menejemen mengarahkan kami untuk rapat di Liquid,” terangnya.

Selain itu pemilihan Hotel di Kendari sebagai tempat rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) kabupaten Konawe tahun 2023 juga lebih kepada bagaimana Peserta bisa lebih  focus terhadap pembahasan KUA PPAS 2023.

” Pertimbangannya agar efektif rapatnya, biasa kalau kita rapat di Unaaha dengan mekanisme marathon 4 hari full,  hari pertama peserta banyak hari berikutnya belum tentu, alasan sakit,  terlambat, ada urusan pokoknya macam-macam, tapi kalau disini tidak ada alasan untuk tidak hadir,” tutupnya.

Laporan : Iin Ariska