Dua Kecamatan Di Koltim Menjadi Kawasan Peremajaan Tanaman Kakao

Tajukperistiwa.com, Kolaka Timur – Pemerintah daerah kabupaten kolaka timur melalui Dinas Perkebunan dan Holtikultura fasilitasi sosialisasi kegiatan peremajaan tanaman kakao, Jum’at (7/10/22)

banner 728x90

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di aula pertemuan Dinas Perkebunan dan Holtikultura dan turut di hadiri oleh Direktorat Jendral Perkebunan kementerian pertanian RI, Gento Widayanto, S.Sos.,MM selaku kordinator kelompok tanaman penyekat, Dinas Perkebunan dan Holtikultura provinsi dan penyuluh

Diketahui, kegiatan sosialisasai kegiatan peremajaan tanaman kakao hanya di ikuti empat (4) kelompok tani di dua kecamatan yakni kelompok tani dari kecamatan ladongi dan kecamatan lalolae, dimana dalam satu kelompok yang mengikuti sosialisasi tersebut hanya berjumlah tiga orang/kelompok

Kepala dinas Perkebunan dan Hortikultura kabupaten Kolaka Timur Lasky Paemba, SP., M.Si menyampaikan ucapan terimahkasih kepada pemerintah pusat atas perhatian dan bantuannya yang telah diberikan kepada kabupaten kolaka timur untuk tahun anggaran 2022

Lasky begitu sapaan akrabnya mengatakan bahwa tahun 2022, kabupaten kolaka timur mendapatkan bantuan bibit kakao dari pemerintah pusat sebanyak 100.000 pohon untuk 100 hektar, dimana dalam satu hektar diisi 1000 bibit kakao

“hanya dua kecamatan di kolaka timur yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yakni kecamatan ladongi dan lalolae” jelasnya

Ia mengharapkan, kegiatan peremajaan kakao ini, bisa membentuk satu kawasan, sehingga kita tidak menyebar sedikit-sedikit dan tetap focus pada kawasan

“saya berharap kakao ini bisa kembali jaya seperti dulu, baik pemerintah pusat maupun daerah tetap menggalakan kegiatan peremajaan kakao, intensifikasi dan kegiatan lainnya terkait peningkatan produksi kakao” ujarnya

Sementara itu, Gento Widayanto, S.Sos.,MM selaku kordinator kelompok tanaman penyekat mengatakan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyatukan persepsi yang sama, apa yang di terima oleh petani maupun kewajiban dari dinas Perkebunan dan Holtikultura provinsi, kabupaten maupun pusat, sehingga pada saat nantinya tidak ada permasalahan secara tekhnis dan administrasi

“saya berharap dengan kegiatan ini, agar benih-benih yang di terima oleh penerima manfaat supaya di tanam dan dipelihara untuk peningkatan produksi, utamanya kakao” harapnya

Laporan : Jumran Djumadi