BeritaDaerahInfo DesaNasionalSosbudTNI POLRI

Langka Dan Mahal : LPG 3 Kg Di Bombana Dikeluhkan Warga, Pengecer Diduga Jual Hingga 40 Ribu

4
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM, BOMBANA || Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bombana, khususnya di wilayah Rumbia. Selain sulit diperoleh, harga jual di tingkat pengecer juga disebut-sebut melonjak hingga mencapai Rp 35.000 – Rp 40. 000  per tabung, jauh di atas harga yang semestinya, minggu (5/7/26)

Kondisi tersebut menjadi keresahan bagi masyarakat setempat, terutama kalangan ibu rumah tangga yang menggantungkan kebutuhan memasak sehari-hari pada LPG bersubsidi. 

banner 300X250

Mereka mengaku harus berkeliling mencari gas melon, namun sering kali pulang dengan tangan kosong atau terpaksa membeli dengan harga yang lebih tinggi di tingkat pengecer.

Sejumlah warga mempertanyakan distribusi LPG subsidi di lapangan. Mereka menduga adanya tabung gas yang dibeli dari pangkalan untuk kemudian dijual kembali oleh pengecer dengan harga yang lebih mahal. 

Dugaan tersebut dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait termasuk aparat penegak hukum agar distribusi LPG subsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Salah seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Rumbia yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa waktu dan semakin membebani ekonomi keluarga.

“Kami berharap pemerintah dan instansi terkait termasuk aparat penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi, baik terhadap pengecer maupun pangkalan” ujar warga yang enggan menyebutkan namanya

“Jangan sampai masyarakat kecil yang seharusnya menerima manfaat subsidi justru kesulitan mendapatkan LPG dengan harga yang wajar,” tambahnya

Menurutnya, LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas rumah tangga. Karena itu, ia berharap pengawasan distribusi diperketat agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat.

Kelangkaan LPG subsidi ini kata dia, menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bombana bersama instansi teknis terkait. Masyarakat berharap dilakukan langkah-langkah konkret, mulai dari pengawasan distribusi, penertiban apabila ditemukan pelanggaran, hingga memastikan pasokan LPG subsidi tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap pemerintah segera memberikan penjelasan sekaligus solusi agar distribusi LPG subsidi kembali normal dan harga dapat terkendali” harapnya 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kelangkaan maupun tingginya harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer.

Laporan : Redaksi

banner 468x60