AdvetorialArtikelBeritaDaerahHukrimInfo DesaInternasionalKesehatanNasionalNews TVOlahragaOpiniOtomotifPendidikanPolitikSosbudTeknologi

GROUNDBREAKING: BAKAMLA RI MULAI PEMBANGUNAN STASIUN PERINGATAN DINI DI TANJUNG TIRAM, KONSEL

4
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM – KONAWE SELATAN || Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA RI) resmi memulai pembangunan Stasiun Peringatan Dini (SPD) BAKAMLA RI di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, ditandai dengan Groundbreaking atau pelaksanaan peletakan batu pertama, Jumat(11/9/26).

Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pemantauan dan peringatan dini keamanan laut, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki posisi strategis di kawasan perairan Sulawesi Tenggara.

banner 300X250

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Konawe Selatan H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H., Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya.ST.M.M.CHRMP, Ketua DPRD Konawe Selatan Hamrin, S.Kom., M.Ap., Sekretaris Daerah Konawe Selatan H. Ichsan Porosi, S.T., M.TP., Ketua Baznas Provinsi Punardian, S.Ag., Danlanal Sulawesi Tenggara Kolonel Laut PM Sati Lubis,ST.M.Sc,CHRMP, jajaran kepala dinas dan kepala bagian lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, serta unsur pemerintahan dan masyarakat Kecamatan Moramo Utara.

Turut hadir para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Moramo Utara, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat setempat.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum pembangunan fasilitas negara yang berkaitan langsung dengan kepentingan keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Komandan KNP. Marore-322 Letkol Bakamla Dimas Rio Setyawan, kemudian sambutan dari Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI.

Dalam rangkaian acara tersebut, turut disampaikan penjelasan mengenai proyek pembangunan Stasiun Peringatan Dini (SPD) Konawe Selatan, termasuk gambaran pembangunan dan peran strategis fasilitas tersebut dalam mendukung sistem pemantauan keamanan laut.

Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya.ST.M.M.CHRMP mengatakan  dalam sambutanya bahwa Konawe Selatan dipilih sebagai SPD (Stasiun Peringatan Dini) bukanlah hal yang asal asalan tetapi melalui kajian perhitungan yang matang untuk ditetapkan di wilayah perairan Konawe Selatan.
“Banyak wilayah yang berlomba untuk mendapatkan status spot pembangunan stasiun peringatan dini sebagai langka turut serta menjaga kedaulatan perairan wilayah kesatuan republik indonesia sebagai pusat informasi pengamatan pemantauan wilayah perairan, tetapi karna kondisi dan situasi alam maka ditetapkan Konawe Selatan sebagai Spot terpilih untuk dibagun fasilitas negara” Beber Komandan Zona Tengah Bakamla.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Bupati Konawe Selatan H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H., menyampaikan apresiasi atas pembangunan Stasiun Peringatan Dini BAKAMLA RI di wilayah Kabupaten Konawe Selatan.

Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas negara dalam menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus memberikan manfaat strategis bagi daerah.

“Kehadiran SPD di Tanjung Tiram diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan institusi keamanan dan pertahanan dalam mendeteksi serta merespons berbagai potensi ancaman dan aktivitas di wilayah perairan” Ujar Wakil Bupati.

Bagi Konawe Selatan, pembangunan tersebut juga menjadi penanda bahwa kawasan pesisir tidak hanya dipandang sebagai wilayah geografis, tetapi memiliki nilai strategis dalam konteks keamanan, ekonomi, sosial dan pertahanan negara.

Momentum utama kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan SPD Konawe Selatan.

Peletakan batu pertama dilakukan secara bersama-sama oleh Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI, Wakil Bupati Konawe Selatan, Ketua DPRD Konawe Selatan, Danlanal Sulawesi Tenggara, serta Sekretaris Daerah Konawe Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan fasilitas Stasiun Peringatan Dini BAKAMLA RI di Desa Tanjung Tiram.

Selain peletakan batu pertama, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Zona Tengah BAKAMLA RI bersama Wakil Bupati Konawe Selatan.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai bagian dari rangkaian seremoni pembangunan SPD Konawe Selatan.

Dipilihnya Desa Tanjung Tiram sebagai lokasi pembangunan SPD BAKAMLA RI mempertegas pentingnya posisi kawasan pesisir Moramo Utara dalam sistem pengawasan wilayah perairan.

Kehadiran fasilitas peringatan dini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan deteksi terhadap berbagai aktivitas di laut serta memperkuat penyampaian informasi awal yang dibutuhkan dalam pengambilan langkah penanganan.

Di sisi lain, pembangunan fasilitas tersebut juga membuka ruang semakin eratnya sinergi antara BAKAMLA RI, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, TNI AL, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat pesisir.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena keamanan laut tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur negara dan masyarakat.

Bagi masyarakat Kecamatan Moramo Utara, pembangunan SPD BAKAMLA RI di Tanjung Tiram merupakan sebuah momentum penting.

Selain menjadi simbol hadirnya negara di wilayah pesisir, fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya lingkungan perairan yang lebih aman, terpantau dan terkendali.

Pembangunan SPD Konawe Selatan sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir memiliki posisi penting dalam menjaga kepentingan nasional.

Dengan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi mampu berkembang menjadi bagian dari sistem pengawasan dan keamanan laut yang efektif.

Dari Tanjung Tiram, penguatan sistem peringatan dini dimulai—menegaskan kehadiran negara di wilayah pesisir Konawe Selatan sekaligus memperkuat benteng pengawasan laut di Sulawesi Tenggara(Red/tg).

banner 468x60