AdvetorialBeritaDaerahInfo DesaKesehatanNasionalOlahragaPendidikanSosbud

Puncak Festival Bahari Bersahaja, DLH Konawe Gerakkan Aksi Bersih Sampah Di Pesisir Pantai Lalimbue

3
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM, KONAWE II Puncak pelaksanaan Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir pantai 

Diakhir rangkaian kegiatan festival, Dinas Lingkungan Hidup Konawe kembali menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan pesisir pantai yang bersih dengan melaksanakan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Lalimbue, Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Minggu (30/8/26).

banner 300X250

Aksi bersih-bersih sampah di pesisir pantai tersebut menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pengembangan wisata bahari berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. 

Festival yang berlangsung di kawasan pesisir Lalimbue, Tombawatu hingga Batu Gong memang sejak awal diarahkan tidak hanya sebagai ajang promosi pariwisata, tetapi juga sebagai ruang membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. 

Dengan menggunakan armada pengangkut sampah, jajaran DLH Konawe bergerak menyisir kawasan pantai, mengumpulkan sampah yang berserakan, sekaligus mengajak masyarakat dan pengunjung untuk membersamai dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Bagi DLH Konawe, kebersihan pantai bukan sekadar persoalan estetika. Lingkungan pesisir merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga secara berkelanjutan, terlebih kawasan Lalimbue tengah didorong menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang memiliki daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Syahrul, SKM., MM., menegaskan bahwa pengembangan destinasi wisata harus dibarengi dengan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa wisata yang maju harus berjalan beriringan dengan lingkungan yang bersih dan terjaga. Pantai ini adalah aset kita bersama. Kalau kita ingin kawasan ini terus berkembang dan menjadi destinasi wisata yang menarik, maka kebersihan dan kelestarian lingkungannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Syahrul.

Menurutnya, aksi bersih-bersih sampah di pantai yang dilakukan DLH Konawe bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka festival, melainkan bagian dari edukasi publik untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah yang ditimbulkan 

“Jangan sampai setelah festival selesai, kepedulian terhadap lingkungan juga selesai. Justru setelah kegiatan ini kita berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh. Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan hanya ketika ada kegiatan atau festival,” tegasnya.

Menurutnya menjaga Pantai serta merawat masa depan wisata Konawe merupakan pesan kuat bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari agenda pelestarian lingkungan.

Festival Wisata Bahari Bersahaja sendiri digelar kata dia sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Konawe memperkenalkan potensi pesisir sekaligus mendorong aktivitas sosial, ekonomi masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. 

Sebab, pantai yang bersih bukan hanya menghadirkan pemandangan yang lebih indah. Lebih dari itu, kebersihan pesisir menjadi investasi ekologis bagi generasi mendatang sekaligus fondasi bagi keberlanjutan ekonomi wisata masyarakat.

“Festival boleh berakhir. Kemah boleh dibongkar. Namun pesan menjaga lingkungan harus terus hidup” ujar Plt Kadis

“Dari Pantai Lalimbue, DLH Konawe menegaskan satu komitmen bahwa merawat pesisir hari ini untuk memastikan wisata bahari Konawe tetap indah, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang” tutupnya

Laporan : Redaksi

banner 468x60