AdvetorialBeritaDaerahInfo DesaKesehatanNasionalSosbud

Peduli Lingkungan, Camat Lambuya Konawe Instruksikan Staf Setor Sampah Anorganik 2 Kg Perbulan

30
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM, KONAWE II Dalam upaya membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya, Pemerintah Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, instruksikan kepada seluruh staf diwajibkan menyetorkan sedikitnya 2 kilogram sampah hasil pemilahan setiap bulannya.

Hal ini disampaikan Camat Lambuya, Ulil Amrin, SE., M.Si, kepada media ini usai menyerahkan sampah anorganik hasil pemilahan untuk ditimbang di Bank Sampah induk Kecamatan Lambuya, selasa (6/10/26) kemarin

banner 300X250

“Kami instruksikan kepada seluruh staf kecamatan untuk memilah sampah dari sumbernya dan menyetorkan minimal 2 kilogram setiap bulan ke Bank Sampah Induk Kecamatan Lambuya,” kata Ulil Amrin.

Bagi Camat, gerakan tersebut tidak cukup jika hanya menghasilkan tumpukan sampah yang kemudian dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Yang ingin dibangun adalah kebiasaan memilah sampah dari sumbernya dan masih memiliki nilai guna

“Dengan pola tersebut, kantor Pemerintah Kecamatan Lambuya tidak hanya menjadi tempat pelayanan publik, tetapi juga ruang untuk memberi contoh bagaimana sampah seharusnya dikelola” ucapnya

Ia berharap di tahap berikutnya, pihaknya merencanakan akan melibatkan seluruh aparat desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Lambuya untuk memilah dan menyetorkan sampah anorganik minimal 2 kilogram setiap bulannya

“Rencananya nanti, kami akan melibatkan seluruh aparat desa dan kelurahan. Kami ingin gerakan ini menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya kegiatan sesaat. Sampah yang sudah dipilah akan dikumpulkan dan disetorkan ke Bank Sampah Induk Kecamatan Lambuya,” kata pria yang akrab disapa Ulil ini

“Ke depan kami juga akan melibatkan kader Posyandu dan PKK se-Kecamatan Lambuya untuk mulai memilah sampah dari sumbernya. Setelah itu, harapan kami seluruh masyarakat Lambuya dapat ikut terlibat,” tambahnya

Selain itu, Camat juga menyebutkan bahwa hasil pemilahan sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan 21 staf Pemerintah Kecamatan Lambuya untuk Bulan Oktober ini sebanyak 85,3 kilogram dan ia berharap di bulan berikutnya jumlah sampah anorganik hasil pemilahan terus bertambah

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Konawe, Syahrul, SKM., MM., mengapresiasi langkah strategis Pemerintah Kecamatan Lambuya yang memulai gerakan pemilahan sampah dari lingkungan pemerintahan.

Menurut Syahrul, pengelolaan sampah akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dari sumbernya. Sampah yang masih tercampur akan lebih sulit dikelola, sementara sampah yang telah dipilah memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan kembali sesuai jenisnya.

“Pemilahan dari sumber merupakan langkah penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang baik. Ketika pemilahan sudah menjadi kebiasaan di lingkungan pemerintahan, desa dan kelurahan, kemudian bergerak ke masyarakat, maka kesadaran pengelolaan sampah akan tumbuh secara bertahap,” ujar Syahrul.

Ia menilai langkah Pemerintah Kecamatan Lambuya dibawah Kepempinan Ulil Amrin telah memperlihatkan pentingnya keteladanan aparatur pemerintah dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Sampah, kata dia, tidak semestinya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang. Dengan pemilahan yang dilakukan sejak sumbernya, sampah tertentu masih dapat dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah.

Laporan : Redaksi

banner 468x60