AdvetorialBeritaDaerahInfo DesaNasionalPendidikanSosbud

Plt Kadis Dikbud Koltim Purna Tugas, PGRI Loea Tegaskan Ikatan Kekeluargaan Tak Berakhir

6
Example 468x60 banner 468x60

TAJUKPERISTIWA.COM, KOLTIM || Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur, menggelar acara perpisahan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Timur, Drs. Syafruddin, M.Pd., yang memasuki masa purna tugas.

Suasana perpisahan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Bagi para guru di Kecamatan Loea, berakhirnya masa tugas Syafruddin tidak serta-merta memutus hubungan yang telah terjalin selama menjalankan tugas di lingkungan pendidikan.

banner 300X250

Perpisahan juga bukan sekadar seremoni. Ia menjadi ruang untuk mengenang perjalanan pengabdian, menyampaikan penghargaan, sekaligus menjaga ikatan kebersamaan yang telah dibangun selama menjalankan tugas di dunia pendidikan.

Pengurus PGRI Kecamatan Loea, Sultan Hasanuddin, S.Pd.I., mengatakan perpisahan tersebut lebih merupakan bagian dari proses birokrasi. Secara hubungan kekeluargaan, Syafruddin tetap dipandang sebagai orang tua sekaligus teladan bagi para guru, khususnya di Kecamatan Loea.

“Perpisahan ini hanya dalam bentuk birokrasi. Namun, beliau tetap menjadi orang tua dan teladan bagi guru-guru, khususnya di Kecamatan Loea. Hubungan kekeluargaan dan silaturahmi tentu tidak berhenti karena berakhirnya masa tugas,” ujar Sultan.

Dalam kesempatan tersebut kata dia, PGRI Kecamatan Loea juga memberikan apresiasi kepada sejumlah rekan guru yang memasuki masa purna tugas pada tahun 2026 ini.

Sultan menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian para guru yang selama bertahun-tahun menjalankan tugas mendidik dan mencerdaskan generasi di daerah.

Menurut dia, masa purna tugas bukan akhir dari pengabdian, melainkan fase baru setelah menyelesaikan perjalanan panjang dalam dunia pendidikan.

“Atas nama pengurus PGRI, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru se-Kecamatan Loea yang telah hadir, berpartisipasi, serta menunjukkan soliditas dan kekompakan yang luar biasa,” kata Sultan.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga dan menjadi energi bagi para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjaga solidaritas profesi, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan guru di daerah.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus memotivasi kita untuk terus berjuang meningkatkan mutu pendidikan, menjaga solidaritas profesi, dan memajukan kesejahteraan guru di daerah kita tercinta,” ujarnya.

Sultan juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

“Sekali lagi, terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak dan Ibu guru sekalian. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan kemarin masih terdapat kekurangan,” katanya.

Sementara itu, Drs. Syafruddin, M.Pd., mengakui bahwa perpisahan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Setelah menjalani perjalanan panjang dalam pengabdian di dunia pemerintahan dan pendidikan, harus berakhirnya masa tugas tentu menghadirkan perasaan yang beragam.

“Perpisahan ini sangat berat. Tetapi karena ini merupakan bagian dari perintah dan ketentuan negara yang membatasi masa tugas dan waktu kita dalam menjalankan amanah, maka harus kita terima dengan ikhlas,” ujar Syafruddin.

Meski demikian, Syafruddin mengaku senang dapat mengikuti kegiatan perpisahan bersama keluarga besar PGRI Kecamatan Loea. Ia menilai kegiatan tersebut terasa hangat karena berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

“Saya merasa senang dengan kegiatan bersama PGRI Loea ini. Kegiatannya sangat terasa. Kita datang bersama, duduk bersama, makan bersama, kemudian pulang bersama. Hal-hal seperti ini yang membuat suasananya menjadi sangat kekeluargaan,” katanya.

Menurut Syafruddin, kebersamaan seperti itu menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarguru dan insan pendidikan. Berakhirnya masa tugas dalam birokrasi, kata dia, tidak harus dimaknai sebagai berakhirnya hubungan silaturahmi.

Diketahui, perpisahan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan kembali hubungan kekeluargaan antara jajaran PGRI Kecamatan Loea dengan Syafruddin, sekaligus memberikan penghormatan kepada para guru yang memasuki masa purna tugas pada 2026.

Laporan : Redaksi

banner 468x60