TAJUKPERISTIWA.COM, KONAWE || Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terus menunjukkan kerja nyatanya dalam pengelolaan persampahan dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia atau SDM bagi operator di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Mataiwoi, Jumat (25/9/26)
Giat pelatihan dan pembekalan teknis pengoperasian mesin pemilah sampah tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Konawe menyiapkan tenaga operator yang terampil, memahami prosedur kerja, dan mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah.
Diketahui, pembekalan tekhnis pengoperasian mesin pemilah sampah ini berlangsung selama tiga hari mulai hari Rabu, 23 – 25 September 2026 yang dilaksanakan di Hotel 3 Putra dan TPS3R Mataiwoi
Plt Kepala DLH Konawe, Syahrul, SKM., MM., mengatakan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam memastikan fasilitas pengolahan sampah dapat beroperasi secara efektif dan berkelanjutan.

Menurut dia, keberadaan mesin pemilah sampah di TPS3R Mataiwoi perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga pengelola yang memahami fungsi, mekanisme kerja, serta tata cara pengoperasian peralatan tersebut.
“Pengadaan dan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Operator tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan mesin, tetapi juga memahami prosedur penggunaan, keselamatan kerja, serta pemeliharaan peralatan agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Syahrul.
Selain itu kata Plt Kadis, Pembekalan tekhnis pengoperasian mesin pemilah sampah tersebut berlangsung dengan metode bertahap, mulai dari pengenalan materi dasar hingga praktik langsung dan evaluasi kemampuan peserta.
Hari pertama, peserta menerima pembekalan materi singkat mengenai pengoperasian mesin pemilah sampah. Materi tersebut menjadi landasan bagi peserta untuk memahami fungsi dan mekanisme kerja peralatan sebelum memasuki tahapan praktik.
Memasuki hari kedua, peserta laksanakan simulasi langsung penggunaan dan pengoperasian mesin. Pada tahap ini, peserta memperoleh kesempatan mempraktikkan pengetahuan yang telah diterima sekaligus mengenali proses kerja mesin pemilah sampah.
Dihari terakhir, peserta mengikuti ujian tertulis mengenai penggunaan dan pengoperasian mesin. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya mengukur pemahaman peserta terhadap materi dan pembekalan teknis yang telah diberikan selama pelatihan.
Syahrul menegaskan, penguatan kompetensi operator menjadi langkah penting dalam mendukung optimalisasi fungsi TPS3R Mataiwoi sebagai fasilitas pengolahan sampah berbasis pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan kembali sampah.

Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, para peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan operasional sehari-hari, sehingga pengelolaan sampah di Kabupaten Konawe semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan selama tiga hari ini, seluruh peserta memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai dalam mengoperasikan mesin pemilah sampah secara benar, aman, dan bertanggung jawab” ujar Syahrul
“Dengan SDM yang semakin terampil, kami optimistis TPS3R Mataiwoi dapat beroperasi lebih optimal, mendorong pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, serta mewujudkan sistem pengelolaan sampah Konawe yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada kelestarian lingkungan,” tutupnya.
Laporan : Redaksi












